Implementasi Pengembangan Pompa Hidram


Oleh Dwi Rudi Hartoyo )

Musim kemarau yang baru saja kita hadapi telah membawa permasalahan yang besar diantaranya sulitnya masyarakat mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Keberadaan air bagi manusia amat sangat penting dalam kegiatan sehari-hari diantaranya untuk mandi, cuci, kakus demikian juga bagi hewan dan tumbuhan pun juga membutuhkan air untuk proses pertumbuhan dan lain sebagainya. Air di sungai disaat musin kemarau jarang sekali terlihat dialiri air bahkan cenderung mengering namun di beberapa tempat seperti lembah sering muncul sumur air atau sumber mata air yang bisa dimanfaatkan. Namun demikian sumber mata air bukannya tidak membawa masalah karena sumber air itu

umumnya berada di bawah bukit yang jaraknya amat jauh dan medannya amat sulit untuk dilalui. Masyarakat yang lingkungan sulit air atau kekurangan air umumnya harus mengeluarkan tenaga yang banyak hanya sekedar mengambil air demi untuk memenuhi kebutuhan air bagi kehidupanya
Kondisi diatas mestinya harus ada solusi atau jalan keluar agar tidak berulang-ulang setiap tahun. Dengan berpikiran sederhana kita bisa mengajukan pertanyaan bagaimana caranya agar kita dapat menaikkan air tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar baik berupa tenaga ataupun uang yang sengaja dikeluarkan membeli beberapa liter air dalam rangka memenuhi kebutuhan air. Kami mencoba memberikan solusi nyata bagi masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna yang mudah dibuat, harganya murah dan tidak membutuhkan energi tambahan seperti bahan bakar minyak (BBM) untuk dapat mengerakkan alat tersebut.

POMPA HIDRAM

Istilah pompa hidram ini sudah lama dikenal banyak orang, konon kabarnya pompa hidraulik ram pertama kali ini masuk Indonesia sejak era tahun 1971 an melalui ITB (Institut Teknologi Bandung), dengan diterbitkan buku dengan Judul “Teknologi Pompa Hidraulik Ram – Buku Petunjuk untuk Membuat dan Pemasangan”. Untuk memperjelas istilah pompa hidram saya kutip dari pendapat Patrick Kahangire (1990) dalam bukunya yang berjudul “ The Hydraulic Ram Pump Project “ istilah pompa hidram adalah salah satu alat yang digunakan untuk mengangkat air dari satu tempat yang rendah ketempat yang lebih tinggi dengan memanfaatkan energi potensial dari sumber air yang akan dialirkan. Pompa hidram mengalirkan air secara kontinyu dengan mengunakan energi potensial sumber air yang akan dialirkan sebagai daya pengerak tanpa mengunakan sumber energi dari luar.
Penggunaan pompa hidram tidak terbatas hanya pada penyediaan air untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan air untuk pertaniaan, peternakan dan perikanan darat. Untuk merealisasikan tersebut Tim Litbang Kabupaten Banyumas telah melakukan uji coba pengembangan pompa hidram yang dulunya sudah pernah diciptakan oleh Sdr. Sudiyanto ( Pernah menjuarai IBA) sebuah konsep pompa hidram generasi ke II bersama penciptanya langsung, untuk mencoba mengembangkan pompa air tanpa mesin melalui penambahan balon pada katup tabung sehingga dapat memompa atau menaikkan air dari tempat rendah ke tempat yang lebih tinggi dengan cara kerja yang sederhana dan efektif dan tanpa menggunakan mesin, yang hasil output airnya lebih cepat dan jaraknya lebih jauh.
Adapun persyaratan penerapan pompa hidram yang pertama adalah tersedianya air baku yang cukup dan kontinu, tinggi terjunan air terhadap kedudukan pompa terpenuhi, tinggi lokasi yang akan disupply dari kedudukan pompa proporsional, kemiringan menampung air baku dari pompa hidram antara kedudukan pompa dengan daerah yang disupply. Sedangkan persyaratan teknis lainnya atau bahan-bahan yang digunakan terdiri dari atas tempat penampungan sumber air, Pipa galvanis untuk pemasukan air ke pompa hidram, Pompa hidram, Pipa galvanis/Pipa PVC untuk pengeluaran air ke bak penampung (reservoir), Tempat bak penampungan air II, Sambungan pipa (Socket, Belokan, Isolatif), dan Kran.

PRINSIP KERJA POMPA HIDRAM

Cara kerja pompa hidram diawali dengan aliran air dari sumber air masuk melalui pipa pemasukan atau pipa penghubung dan keluar dari katup limbah. Gaya tekan air yang masuk ke dalam pompa akan mendorong katup-katup tersebut sehingga memaksa katup tersebut menutup dan menghentikan aliran di pipa pemasukan. Kondisi ini menyebabkan adanya gaya tekan dari pipa pemasukan dan memaksa air untuk mengalir ke pipa pengeluaran dengan tekanan tinggi sehingga mampu dialirkan ke lokasi yang lebih tinggi. Tekanan tinggi dalam pompa juga akan mengatasi tekanan dalam ruang udara pada katup penghantar sehingga katup akan terbuka dan air akan terus mengalir lagi dari pipa penghubung. Perputaran ini berlangsung berulang-ulang dengan frekuensi yang sangat cepat.
Untuk memudahkan pemahaman bentuk dari konsep pompa hidram generasi II (hasil pengembangan Litbang dan Sdr. Sudiyanto ) akan dipresentasikan melalui salah satu contoh pompa hidram. Dimana ada pipa input, katup, tabung dan pipa output.

HASIL UJI COBA

Berdasarkan hasil uji coba pompa hidram yang mengambil lokasi di Desa Batuanten Kecamatan Cilongok yang saat ini dipraktekkan dapat kami sampaikan yaitu (1) Output air yang dihasilkan adalah 20 detik untuk 16 liter artinya untuk 1 liter air dibutuhkan kurang lebih waktunya 1,25 detik, (2). Air dapat dimanfaatkan oleh warga masyarakat sejauh 1.500 Meter pada ketinggian 30 meter dari sumber air penampungan awal dan panjang aliran dapat diukur dari pipa yang dipasang sejumlah 375 buah pipa PVC @ 4 meter. (3) Hanya dibutuhkan swadaya masyarakat Batuanten sebesar Rp. 20.000.000 yang dipergunakan untuk pembelian Piva PVC dan pembuatan penampung air, dan (4) adapun kemanfaatan air untuk memenuhi air bersih masyarakat (Mandi,Cuci,Kakus dan pengairan kolam ) umumnya di Desa Batuanten lebih khusus bagi Grumbul Silunjar dan Kedung Makam kurang lebih 250 KK.
Kondisi pemanfaatan pompa hidram diatas memang sangat ideal untuk diterapkan bagi masyarakat pedesaan umumnya daerah-daerah yang sulit air, belum ada listrik karena dengan hanya modal swadaya yang tidak terlalu besar umumnya warga di grumbul Silunjar Desa Batuanten Kecamatan Cilongok hanya mengeluarkan uang sebesar Rp. 300.000,- per KK, warga masyarakat sudah dapat menikmati air selama 24 jam serta tidak dikenakan biaya bulanan. Apalagi kalau kita mendengar bahwa harga air bersih di kota-kota dari tahun-ketahun cenderung mengalami kenaikan kondisi ini tidak akan berdampak bagi masyarakat desa yang sudah bisa memanfaatkan teknologi ini.
Kini saya mengajak bagi warga MASYARAKAT untuk berkreasi dan berinovasi agar wilayah-wilayah desa di Kabupaten Banyumas yang sulit mendapatkan air dan disana terdapat sumber mata air, agar bisa bangkit seperti yang sudah di contohkan dan dilaksanakan oleh Desa Batuanten Kecamatan Cilongok tersebut. Terima kasih dan “SELAMAT MENCOBA”.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: